peditox

Obat Kutu Rambut, Adakah Efek Sampingnya?

Pertanyaan:
"Saya mau tanya dong efek samping dari Peditox - yg obat buat kutu rambut itu.. tx"

Fee (email ada di redaksi)

Jawaban:

Obat kutu rambut Peditox, mengandung bahan aktif heksaklorosikloheksan 0,5%, pertama kali digunakan sebagai pestisida pangan dan insektisida pada hewan ternak. Heksaklorosikloheksan, disebut juga lindane/lindang, dikembangkan kemudian dalam bentuk sampo dan losion untuk mengatasi kutu rambut pada manusia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan lindane sebagai senyawa toksik menengah akut pada manusia dan bersifat polutan organik yang mudah terakumulasi dalam jangka panjang di lingkungan. Sejak November 2006, lindane dilarang digunakan di 52 negara dan dibatasi penggunaannya di 33 negara lainnya. Bagaimanapun, di Amerika Serikat, lindane masih diperbolehkan digunakan dalam terapi lini kedua untuk mengatasi kutu rambut dan skabies. Sebagai pilihan pertama, penggunaan krim permetrin dan losion malathion lebih dianjurkan.

Dalam informasi produknya, Peditox digunakan dengan digosokkan di kulit kepala dan dibiarkan semalaman. Evaluasi produk ini oleh Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan dan Pusat Penelitian Penyakit Menular, Departemen Kesehatan RI, menyarankan penggunaan dosis yang lebih rendah serta penggunaan yang lebih singkat untuk mengurangi risiko keracunan akibat paparan jangka panjang.

Berdasarkan pengawasan pasca-pemasaran (post-marketing surveillance) yang dilakukan FDA (US Food and Drug Administration), efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan produk yang mengandung lindane antara lain iritasi, kulit kering, gatal, dan sensasi terbakar. Efek samping yang lebih parah seperti kejang-kejang dan sakit kepala dilaporkan jarang terjadi. Lebih lanjut, produk yang mengandung lindane sebaiknya digunakan dengan perhatian pada wanita hamil, penderita penyakit hati, diabetesi, dan anak-anak dengan berat badan di bawah 50 kg.

Sebelum menggunakan produk, penggunaan dalam jumlah kecil di area kulit kepala tertentu dapat dilakukan untuk melihat adanya respon alergi atau efek samping yang dapat terjadi. Jika gejala gatal tidak dirasa berkurang setelah pengobatan pertama, sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Referensi

 

  1. FDA Public Health Advisory: Safety of Topical Lindane Products for the Treatment of Scabies and Lice (http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm110845.htm)
  2. Lindane Shampoo and Lindane Lotion- Questions and Answers (http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm110848.htm)
  3. Lindane - Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Lindane#cite_note-Commission-11)
  4. Seregeg, I.G., Supraptini, E. Laksono, 1997, Evaluasi Hexachlorocyclohexane 0,5% EC terhadap Rhipicephalus sanguineus, Cermin Dunia Kedokteran 117: 43-46.

 

penulis: 
referensi: 

FDA Public Health Advisory: Safety of Topical Lindane Products for the Treatment of Scabies and Lice (http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm110845.htm)

  • Lindane Shampoo and Lindane Lotion- Questions and Answers (http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm110848.htm)
  • Lindane - Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Lindane#cite_note-Commission-11)
  • Seregeg, I.G., Supraptini, E. Laksono, 1997, Evaluasi Hexachlorocyclohexane 0,5% EC terhadap Rhipicephalus sanguineus, Cermin Dunia Kedokteran 117: 43-46.
  •  

    Syndicate content
    <