Orang yang berbuka puasa membutuhkan makanan yang dapat mudah dicerna dan sampai ke darah dengan cepat. Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu pilihan saat berbuka puasa. Seperti apa kandungan nutrisi pada kurma?
Kurma merupakan salah satu tumbuhan (Palma) atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Phoenix dactylifera. Tanaman ini banyak tumbuh di negara-negara Arab. Pada bulan puasa, kita sering mengkonsumsi kurma pada waktu berbuka puasa karena percaya akan kandungan gizinya yang baik dan disunahkan oleh agama untuk berbuka puasa dengan kurma.
Orang yang berpuasa, ketika berbuka, maka organ-organ tubuhnya orang yang berpuasa berada pada kondisi siap untuk menerima bahan makanan yang baru. Kondisi ini lah yang menyebabkan organ pencernaan khususnya lambung mulai berakivitas kembali. Pada kondisi ini, lambung memerlukan nutrisi yang mudah dicerna. Salah satu makanan yang bisa dicerna dan sampai ke darah dengan cepat adalah zat gula. Zat gula mudah dicerna sehingga proses metabolisme zat gula tidak langsung memberatkan kerja organ pencernaan yang telah seharian istirahat, selain itu gula juga cepat menghasilkan energi untuk memberikan energi awal bagi organ pencernaan
Kurma secara umum memiliki kandungan yang bermacam-macam, seperti zat gula, protein, vitamin dan mineral. Nilai gizi utama yang terkandung pada kurma yaitu pada kadar gulanya. Kadar gula yang terdapat pada kurma sekitar 60% pada kurma segar (kurma ini diambil pada saat masih lembek dan mentah) hingga sekitar 70% pada kurma kering (yaitu kurma yang mengering di pohon dan terjemur matahari).
Gula yang terdapat pada kurma tersebut, secara kimiawi, terdiri dari sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Sukrosa sendiri merupakan gula disakarida yang dibentuk dari glukosa dan fruktosa. Kandungan Sukrosa pada kurma berkisar 6,2 – 11%. Kandungan ini merupakan kandungan gula terkecil pada kurma. Sukrosa merupakan disakarida sehingga harus dipecah terlebih dahulu menjadi monosakarida sebelum tubuh menggunakannya untuk menghasilkan energi. Glukosa merupakan monosakarida pembentuk sukrosa dan merupakan salah satu karbohidrat yang penting bagi sel. Glukosa menghasilkan kalori sebanyak 4 Kcal/g. Kadar glukosa dalam darah ini dikontrol langsung oleh insulin. Kandungan glukosa pada kurma berkisar 4,9 – 29,7%. Sedangkan fruktosa merupakan gula sederhana, suatu jenis monosakarida. Kandungan Fruktosa pada kurma berkisar 2,8 – 27,6 %.
Selain itu, kurma mengandung unzur zat besi dan kalsium Kandungan besi pada kurma kering berkisar 3 – 13,7 mg, sedangkan kandungan kalsiumnya 59 – 103 mg. Unsur zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam buah kurma adalah unsur yang paling tinggi dalam pembentukan air susu ibu. Bagi Ibu-ibu yang mempunyai masalah dalam penyediaan air susu, maka dengan mengkonsumsi kurma dapat meningkatkan produktivitas air susu ibu. Selain itu zat besi dan kalisum memiliki peranan dalam pertumbuhan anak-anak yakni pada pembentukan darah dan sumsum tulang.
Kandungan vitamin pada kurma juga relatif lengkap. Pada kurma kering dalam setiap 100 g kurma kering mengandung vitamin A sebanyak 15 – 60 mcg, tiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 - 0,16 mg, niasin 1,4 - 2,20 mg, vitamin C 0,4 mg. Zat-zat gizi tersebut berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat serta penting untuk fungsi jantung. Kegunaan riboflavin dan niasin, dapat membantu melepaskan energi dari makanan, sementara tiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat dan penting bagi sel-sel saraf. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat serta menjaga fungsi normal saraf.
Melihat kandungan kurma diatas, ternyata kurma sangat banyak mengandung zat-zat yang berkhasiat untuk kesehatan. Selain dikonsumsi pada saat bulan puasa, ada baiknya kurma juga dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Kurma sangat dianjurkan dikonsumsi oleh orang-orang yang membutuhkan energi pada saat melakukan perjalanan jauh. Jadi teman-teman mari kita bersama-sama mengkonsumsi kurma.





