Informasi Obat

Kenali baik-baik seluk-beluk obat Anda, apakah sudah aman, bermutu, dan berkhasiat?

  • Obat punya identitas lho, ada komposisi, indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan sebagainya. Anda tahu istilah-istilah itu? Kenali identitas obat yang tercantum dalam informasi obat agar Anda...

    0 comment

Pembunuh Raja Pop Dunia

4
Your rating: None Average: 4 (2 votes)

Michael Jackson meninggal dunia saat tengah mempersiapkan diri menjelang konsernya. Kontroversi menghangat menyangkut dugaan penyebab kematiannya. Beberapa obat pereda rasa nyeri dan antidepresan terdeteksi dalam jumlah berlebih dalam tubuhnya. Kenapa jantung Jacko berhenti berdetak?

Michael Jackson yang melegenda itu kini telah tiada. Sungguh disayangkan bahwa kabar yang berkembang mengenai penyebab kematiannya tidak menggembirakan : overdosis obat. Dari beberapa obat yang terdeteksi dalam jumlah berlebih dalam tubuhnya, sang raja dilaporkan tumbang dalam gelontoran obat-obat pereda rasa nyeri dan antidepresan. Siapa sajakah mereka?

DEMEROL (meperidin hidroklorida) merupakan senyawa pereda rasa nyeri setingkat dibawah morfin dan termasuk golongan narkotik yang diawasi penggunaannya.  Seperti morfin, meperidin bekerja dengan menduduki 'kantor pos' tempat informasi mengenai datangnya nyeri, baik dari dalam atau luar tubuh, untuk diantarkan ke otak. Dengan pendudukan itu, penerima obat tidak lagi kesakitan karena tidak ada lagi informasi ke otak yang disampaikan. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk injeksi untuk mengatasi nyeri yang parah, seperti nyeri saat melahirkan. Pemberian meperidin harus disertai perhatian yang seksama terhadap pasien, karena obat ini, bahkan dalam dosis terapi, dapat menyebabkan terhambatnya sistem pernafasan dan terhentinya detak jantung. Meperidin tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang dan dalam dosis besar karena hasil metabolismenya di hati, normeperidin, dapat terakumulasi di dalam tubuh lalu menyebabkan tremor, kedutan, bahkan kejang. Efek samping inilah yang juga menyebabkan meperidin jarang digunakan sebagai obat pilihan diantara pereda rasa sakit golongan opioid lainnya.

OXYCONTIN (oksikodon hidroklorida) merupakan teman sepermainan Demerol. Karena oksikodon dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet oral, obat ini merupakan obat pilihan pengganti morfin untuk mengatasi nyeri menengah hingga parah.Umumnya oksikodon digunakan untuk nyeri akibat dislokasi sendi atau patah tulang, selain juga efektif dalam mengatasi nyeri setelah operasi dan melahirkan.

ZOLOFT (sertralin hidroklorida) merupakan senyawa yang antara lain digunakan dalam penanganan depresi mayor, panic disorder, dan fobia sosial. Sertralin termasuk antidepresan golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor). Terdapat beberapa hipotesis mengenai depresi dan bagaimana antidepresan dapat mengatasinya. Pada teori amin biogenik, depresi diakibatkan oleh berkurangnya jumlah neurotransmitter, senyawa pembawa informasi antar sel saraf, di sel saraf. Nah, golongan SSRI ini bekerja supaya kadar neurotransmitter di sel saraf, dalam hal ini serotonin, senyawa yang banyak mengatur kondisi emosi dan konsentrasi, tetap terjaga di rentang normal. Antidepresan SSRI merupakan obat pilihan pertama dalam penanganan depresi, karena aman digunakan untuk penderita penyakit kardiovaskular dan efek sampingnya di saluran pencernaan lebih ringan dibandingkan golongan lainnya. Namun, seperti meperidin, pemberian sertralin juga harus diperhatikan, karena pada overdosis dapat menurunkan detak jantung yang akhirnya berujung koma. Obat harus diberikan dari dosis terkecil dan sekali minum, jika bisa, untuk mencegah upaya bunuh diri dengan konsumsi obat secara berlebih yang biasanya dilakukan penderita depresi.

Dengan melihat profil obat-obatan diatas, sepertinya sang bintang mengalami sakit yang sungguh menyiksa dengan psikis yang juga terlanda bencana. Kita belum tahu pasti tentang itu, apalagi alasan dibalik pemakaiannya yang berlebihan. Satu hukum alam yang pasti dan harus selalu disadari : lebih banyak, belum tentu lebih baik.

penulis: 
referensi: 
  1. DiPiro, Joseph T. , R. L. Talbert, G. C. Yee, G.R. Matzke, B.G Wells, L.M. Posey (ed), 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
  2. Jody Thompson, 26 Juni 2009, Michael Jackson 'died of a drug overdose', according to reports, Mirror UK (http://www.mirror.co.uk/celebs/news/2009/06/26/michael-jackson-died-of-a-drug-overdose-according-to-reports-115875-21473065/)
  3. Martini, Frederic H., 2002, Fundamentals of Anatomy and Physiology, 5th edition, Prentice Hall.
  4. McEvoy, Gerald K., 2004, AHFS Drug Information, American Society of Health System

Obat, Diminum Sebelum atau Sesudah Makan?

3.666665
Your rating: None Average: 3.7 (3 votes)

Waktu untuk meminum obat penting untuk diperhatikan, karena obat memiliki sifat dan tujuan penggunaan masing-masing. Kesalahan waktu minum obat dapat berakibat tujuan penggunaan tidak tercapai bahkan menyebabkan efek samping baru. Apakah Anda termasuk orang yang mempunyai anggapan waktu minum obat adalah sesudah makan? Apa ada obat yang diminum sebelum atau saat makan?

Sebagian besar orang beranggapan bahwa waktu minum obat adalah sesudah makan. Apakah Anda termasuk orang yang mempunyai anggapan seperti itu? Jika ya, maka mulai saat ini Anda harus meninggalkan anggapan itu secepatnya. Persepsi yang salah seperti itu sering kali terjadi pada orang-orang awam yang memang hanya tahu kalau minum obat harus sesudah makan. Padahal, tidak semua obat diminum sesudah makan, tentunya persepsi seperti itu akan merugikan pasien dan bisa menyebabkan keberhasilan terapi akan terhambat.Untuk sebagian obat, kondisi saluran cerna berkaitan erat dengan kesuksesan terapi. Jadi, ada obat yang sebaiknya diminum 1 jam sesudah makan, pada saat makan ataupun 2 jam setelah makan. Waktu untuk meminum obat penting untuk diperhatikan, karena obat memiliki sifat dan tujuan penggunaan masing-masing. Kesalahan waktu minum obat dapat berakibat tujuan penggunaan tidak tercapai bahkan menyebabkan efek samping baru.Penyerapan obat dapat berkurang oleh makanan yang ada di dalam saluran cerna, sehingga efeknya dapat menurun. Sebagai contoh, beberapa antibiotik seperti tetrasiklin, kloramfenikol dan azitromisin sebaiknya diminum pada saat 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan sehingga mencegah interaksi dengan makanan dan meningkatkan penyerapannya. Jika diminum bersama makanan, kadar obat yang masuk ke dalam darah dapat berkurang sehingga efek obat yang diharapkan tidak tercapai, dapat terjadi resistensi bakteri, dan penyakit yang diderita tidak akan sembuh.Kondisi lambung yang kosong, dengan asam lambung tinggi juga dapat menyebabkan obat terurai dan menurunkan khasiat atau bahkan bisa  menyebabkan perut menjadi perih akibat iritasi lambung. Obat-obat analgesik, AINS (anti inflamasi non steroidal), dan kortikosteroid oral mempunyai efek samping mengiritasi lambung sehinggal harus diminum segera setelah makan.Berkaitan dengan tujuan penggunaannya, antasida yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung dapat diminum 15 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Obat-obat diabetes seperti glibenklamid dan glipizid yang diharapkan bekerja pada saat makan sebaiknya diminum sekitar 30 menit sebelum makan. Adapun golongan pencahar seperti minyak jarak sebaiknya diminum pagi-pagi pada saat perut kosong.Karena waktu penggunaan yang berbeda untuk tiap obat, maka mintalah saran kepada apoteker atau petugas kesehatan lain saat Anda membeli obat.

penulis: 
referensi: 

The Medication Teaching Manual: The Guide to Patient Drug Information, 1994, American Society of Hospital Pharmacist

Apakah Moon Face Bisa Disembuhkan?

0
Your rating: None

Moon face atau wajah yang bulat akibat akumulasi lemak di bagian pipi atau leher adalah efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang. Apakah efek samping obat ini dapat dihilangkan?

Pertanyaan
Maaf saya tertarik dengan website untuk memecahkan solusi untuk masalah yang dihadapi teman saya yang menderita "full moon face" akibat mengonsumsi dexamethason 0.75 mg selama 1 bulan. Apakah full moon face bisa disembuhkan seperti sediakala?
Terimakasih
(Widiyanto Kurniawan melalui web serambi sehat)

 

Jawaban

Pak Widiyanto,

Terima kasih atas pertanyaan Anda mengenai cara mengatasi full moon face yang disebabkan oleh penggunaan deksametason jangka panjang. Deksametason umumnya digunakan sebagai antiinflamasi (untuk mengobati peradangan) dan imunosupresan (menekan kerja sistem imun, biasanya digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti Lupus). Sebagai golongan kortikosteroid, deksametason harus sangat diperhatikan dosis dan penggunaannya.

Moon face terjadi akibat kelebihan hormon kortikosteroid dalam tubuh. Kelebihan hormon ini dapat berasal dari sumber eksogen seperti penggunaan jangka panjang obat deksametason, atau sumber endogen yaitu produksi hormon kortikosteroid oleh kelenjar adrenal di ginjal. Penggunaan deksametason jangka panjang pada akhirnya juga dapat menyebabkan turunnya produksi hormon kortikosteroid oleh kelenjar adrenal karena tubuh merespon terhadap tingginya kadar hormon kortikosteroid dalam darah dengan mengirimkan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk menurunkan produksi hormon tersebut.

Kedua efek penggunaan jangka panjang ini dapat diatasi dengan penghentian obat secara bertahap. Anda dapat mengkonsultasikan pada dokter mengenai pengurangan dosis harian atau terapi selang hari (obat dikonsumsi setiap 2 hari sekali). Efek samping akan berkurang secara perlahan dan kelenjar adrenal akan kembali menyesuaikan produksinya. Tes fungsi kelenjar adrenal di laboratorium dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kelenjar adrenal sudah sepenuhnya berproduksi dengan normal. Jika kadar kortisol dalam darah di pagi hari terukur lebih dari 10 mikrogram/dL, produksi hormon telah kembali normal dan penggunaan obat dapat sepenuhnya dihentikan.

Semoga membantu.

referensi: 

McEvoy, Gerald K., 2004, AHFS Drug Information, American Society of Health System, hal. 954.