Mitos-Fakta

Ragu akan kebenaran berita-berita kesehatan yang berseliweran bebas di dunia maya? Temukan faktanya disini

Udang dan Vitamin C

4.285715
Your rating: None Average: 4.3 (7 votes)

Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vitamin C tiap hari dan  malam itu wanita ini kebanyakan makan udang.

Cerita di bawah ini mohon kasih tahu kepada semua teman /orang yg anda sayangi,Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vitamin C tiap hari. Ini tdk masalah. Masalahnya karena malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja tidak masalah, orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yg meninggal. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vitamin C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yg sangat beracun. Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dgn kelima panca indera keluar darah.Selain nafsu makan yang menguap, Anda tentu segera meneruskan informasi ini kepada setiap orang yang Anda kenal. Tapi..apakah informasi ini benar adanya? Mari kita telusuri:Arsen merupakan salah satu unsur pembentuk kulit bumi. Karena itu, elemen ini banyak ditemukan terkandung di air laut dan endapannya. Jika air laut mengandung arsen, besar kemungkinan hewan laut mengandung arsen. Memang betul, hewan-hewan laut memang diketahui dapat mencerna arsen di air laut sehingga kita dapat mendeteksi arsen sejumlah maksimal 200 ug dalam setiap gram hewan. Namun, yang kita peroleh bukan arsen pentoksida yang bersifat anorganik. Arsen yang terdapat dalam tubuh hewan laut ini merupakan senyawa arsen organik, yaitu arsen yang telah berikatan dengan karbon dan hidrogen, bernama arsenobetain yang tidak bersifat toksik. Di dalam tubuh manusia, arsenobetain ini akan dikeluarkan melalui urine dalam bentuk utuh, sama sekali tidak tercerna, dan tidak berbahaya. Namun bisa saja kan arsenobetain bereaksi dengan vitamin C membentuk arsen trioksida? Tidak. Arsen trioksida  hanya dapat dihasilkan dari pembakaran unsur arsen (As) atau sebagai hasil samping pada peleburan logam seperti tembaga, perak, dan emas. Arsen trioksida umumnya digunakan dalam pengawetan kayu dan pembuatan kaca. Tapi, senyawa ini  memang benar berbahaya. Jika kita memberikannya pada hewan percobaan, 50% tikus akan kehilangan nyawa pada pemberian 15,1 mg/kg atau sekitar 3,02 mg untuk tikus berbobot 200 gram. Jika jumlah ini dikonversikan ke manusia, dengan pemberian 16,91 mg saja 50% penduduk bumi punah sudah. Zaman dahulu kala, arsen trioksida memang menjadi racun favorit. Bahkan mitos mengatakan, Napoleon Bonaparte tewas akibat diracuni anggur arsenik dalam pengasingannya di pulau St. Helena. Tapi, lain halnya di abad 21. Arsen trioksida dalam jumlah yang lebih kecil (0,15 mg/kg berat badan) telah diketahui dapat mengobati leukemia promyelositik akut (acute promyelocytic leukaemia, APL). Hebat ya?Kemudian apa kabarnya arsen pentoksida? Apakah senyawa itu benar-benar ada? Ada. Senyawa ini dapat dihasilkan dari oksidasi lanjutan arsen trioksida. Senyawa ini berada dalam kategori toksik yang sama dengan arsen trioksida. Arsen pentoksida juga bisa kembali menjadi arsen trioksida dengan menggunakan reduktor logam yang kuat. Vitamin C memang bersifat reduktor, tapi untungnya ia tidak cukup kuat mengembalikan arsen pentoksida menjadi senyawa pembunuh.Kesimpulan yang dapat kita ambil :1. Udang tidak mengandung arsen pentoksida2. Vitamin C tidak dapat mengubah arsen pentoksida menjadi arsen trioksida3. Silakan kembali nikmati udang bakar dan es jeruk Anda, karena perkawinan mematikan udang dan vitamin C hanya mitos semata.*LD50 : dosis yang dapat mematikan 50% dari jumlah populasi percobaan.**Dosis manusia diperoleh dari konversi dosis tikus, dihitung berdasarkan perbandingan bobot dan faktor metabolisme

penulis: 
referensi: 

(1)   The Merck Index, 13th ed.,
(2)   Treatment of acute promyelocytic leukemia with arsenic trioxide without ATRA and/or chemotherapy. Ghavamzadeh A, Alimoghaddam K, Ghaffari SH, Rostami S, Jahani M, Hosseini R, Mossavi A, Baybordi E, Khodabadeh A, Iravani M, Bahar B, Mortazavi Y, Totonchi M, Aghdami N. Ann Oncol. 2006 Jan;17(1):131-4
(3)   Le, X. Chris, Arsenic exposures, metabolism, and health effects, University of Alberta, Canada (http://www.ualberta.ca/~xcle/arsenic.html)

Lensa Kontak Meleleh???

0
Your rating: None

Sebuah kisah nyata pernah terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, pemuda tersebut memakai lensa kontak saat sedang pesta BBQ. Ketika sedang memanggang daging, pemuda tersebut terus memandang bara api. Beberapa detik kemudian, pemuda tersebut berteriak dan meminta tolong.

Anda pernah dikirim email yang isinya seperti di bawah ini?

Jangan gunakan lensa kontak saat Anda atau saudara Anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berhubungan dengan api. Sebuah kisah nyata pernah terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, pemuda tersebut memakai lensa kontak saat sedang pesta BBQ. Ketika sedang memanggang daging, pemuda tersebut terus memandang bara api. Beberapa detik kemudian, pemuda tersebut berteriak dan meminta tolong. Orang-orang yang berada di sekitarnya kebingungan dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Saat tiba di rumah sakit, dokter yang memeriksa pemuda itu mengatakan bahwa pemuda tersebut buta permanen akibat lensa kontak yang digunakannya. Lensa kontak yang digunakannya meleleh akibat hawa panas yang ditimbulkan oleh bara api.
So, kasih tahu semua teman-teman Anda
“JANGAN GUNAKAN LENSA KONTAK SAAT ANDA BERHADAPAN DENGAN API ATAU HAWA PANAS ”.
Ini merupakan peringatan bagi pengguna lensa kontak.

Jika Anda pengguna lensa kontak, Anda tidak perlu langsung merasa khawatir saat membaca email tersebut. Isi email tersebut sebenarnya telah sangat lama beredar, di Amerika sendiri email tersebut telah beredar sejak tahun 1967. Hingga sekarang email serupa masih tetap beredar. Dan sampai saat ini pula berita tersebut masih tetap menakutkan pengguna lensa kontak yang masih awam. Untuk mengurangi kekhawatiran pengguna lensa kontak tersebut, maka American Welding Association dalam Safety and Health Fact No. 12 bulan September tahun 1995, mengeluarkan pernyataan penolakan berita yang beredar tersebut. Bahkan dalam Jurnal American Opthalmologist Association berjudul Contact Lens Fusion to Corneas by Welding Arcs : a Hoax Revisited tahun 1990, dijelaskan bahwa berita tersebut adalah berita palsu.

Kalau Anda kritis membaca email sejenis ini, Anda bisa dengan mudah menduga kalau isi berita di dalamnya adalah bohong alias hoax. Secara logis, lensa kontak tidak akan meleleh hanya dengan memandang api. Hal ini dikarenakan transfer panas yang ditimbulkan dari bara api tersebut akan terlebih dahulu direspon oleh tubuh, terutama jika udara sekitar tubuh melebihi panas normal tubuh, sehingga sangat mustahil bisa menyebabkan lensa kontak meleleh saat melakukan pemanggangan.

Selain itu, bahan lensa kontak telah dibuat sedemikian rupa sehingga fleksibel saat digunakan. Bahan lensa kontak sebagian besar dibuat dari polimer seperti Poly hydroxyethyl methacrylate (PHEMA) . Bahan ini memiliki kandungan air 40%, yang membentuk sistem hidrogel. Sistem hidrogel inilah yang menyebabkan lensa kontak fleksibel saat digunakan. Jika terjadi transfer panas secara berlebihan, maka air merupakan komponen yang akan menguap terlebih dahulu, hal ini akan menyebabkan lensa kontak tidak fleksibel. Kondisi ini menyebabkan tubuh menimbulkan respon ketidaknyamanan. Kandungan air total akan menguap pada suhu 100oC. Pada pemaparan suhu tersebut, tidak hanya lensa kontak yang terancam, tentunya tubuh Anda pun dalam keadaan bahaya. Jadi sangat mustahil jika lensa kontak yang Anda gunakan meleleh saat memanggang sesuatu atau memandangi bara api. Untuk membuktikannya Anda bisa melakukan sebuah percobaan sederhana dengan memanfaatkan lensa kontak bekas, api atau sumber panas, dan termometer.

Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap peringatan yang tidak jelas korban, waktu, tempat kejadian, dan sumbernya, seperti email di atas. Jika memang berita tersebut benar, maka pihak yang berkaitan akan memberikan peringatan terlebih dahulu. Lensa kontak dan cairan pembersihnya merupakan produk yang termasuk alat kesehatan. Di Indonesia, regulasinya diatur oleh Departemen Kesehatan. Sebelum diedarkan di masyarakat, produk didaftarkan terlebih dahulu untuk ditinjau keamanannya.
Sebenarnya resiko utama yang mungkin timbul pada penggunaan lensa kontak adalah infeksi mata, corneal ulcer (luka pada kornea mata), iritasi mata, konjungtivitis, dan abrasi kornea. Ciri-ciri terjadi infeksi atau iritasi mata adalah perasaan tidak nyaman, sensitif terhadap cahaya, gatal, perasaan terbakar, mata merah, keluar air mata secara berlebihan, penglihatan kabur, mata bengkak, dan sakit. Seperti umumnya produk kesehatan, Anda bisa memulai dengan membaca informasi pemakaian dari kemasan lensa kontak Anda untuk mencegah hal-hal seperti disebutkan terjadi.

penulis: 

Benarkah E-mail atau Pesan Berantai Ini?

0
Your rating: None

Pada saat perkembangan teknologi informasi seperti e-mail sudah sangat pesat, tidak semua pihak menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang baik. Ada pihak-pihak yang menggunakannya untuk menyebarkan informasi yang salah, tujuannya bisa untuk menjatuhkan musuh/kompetitornya dalam dunia bisnis. Seperti apa ciri e-mail hoax?

“Jangan gunakan lensa kontak saat anda atau saudara anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berhubungan dengan api. Sebuah kisah nyata mengenai efek lensa kontak. Ini terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, dia pakai lensa kontak selama pesta BBQ. Ketika dia sedang memanggang daging, dia memandangi terus bara api itu. Setelah beberapa detik kemudian, dia mulai berteriak minta tolong dan meloncat-loncat. Orang-orang disekitar tidak tahu kenapa. Saat tiba di rumah sakit, dokter bilang kalau pemuda itu buta permanen akibat lensa kontak yang dipakai. Lensa kontak terbuat dari plastik dan hawa panas dari bara api telah melelehkan lensa kontak tersebut.So, beri tahu semua teman Anda.JANGAN PAKAI LENSA KONTAK SAAT  BERHADAPAN DENGAN HAWA PANAS ATAU API.Ini peringatan buat yang menggunakan lensa kontak/soft lens.” Masih ingatkah Anda dengan email atau pesan berantai seperti di atas?Seperti yang ditulis Swestika dalam artikel Lensa Kontak Meleleh? kita jadi tahu bahwa e-mail itu adalah bohong. Pada saat seperti ini, dimana perkembangan teknologi informasi seperti e-mail sudah sangat pesat, tidak semua pihak menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang baik. Ada pihak-pihak yang menggunakannya untuk menyebarkan informasi yang salah, tujuannya bisa untuk menjatuhkan musuh/kompetitornya dalam dunia bisnis. Bila saja orang percaya pada email tersebut dan semua orang menghindari penggunaan lensa kontak, bisa kita bayangkan akan terjadi kebangkrutan perusahaan lensa kontak. E-mail yang berisi berita bohong, dikenal sebagai hoax.Ciri-ciri e-mail ini adalah menulis berita bohong yang seolah-olah dilandasi oleh dasar ilmiah sangat kuat dan biasanya menyangkut produk yang terkenal, dan selanjutnya diembel-embeli ajakan untuk ikut peduli terhadap orang lain dengan cara meneruskan e-mail tersebut. Untuk memperkuat “fakta”, maka biasanya penulis atau sumber ditulis sebagai instansi yang dipercaya misalnya, “menurut berita dari CNN” atau diatasnamakan seseorang sebagai direktur suatu perusahaan dan cara-cara lain. Sebagai masyarakat, tentunya kita jangan mudah percaya dengan berita semacam ini, karena alih-alih membantu teman/keluarga dengan informasi berguna malah memberikan berita yang menyesakan. Namun, tidak mudah membedakan informasi bohong dan informasi yang benar. Oleh karena itu, untuk membantu Anda mendapatkan klarifikasi dari informasi-informasi kesehatan yang beredar di masyarakat, kami di Serambisehat.com hadir dengan rubrik Mitos-Fakta.

penulis: